Keutamaan Yang Didapat Menikah | Berat Tapi Allah Mahaadil
Inilah keutamaan yang didapat menikah. Beberapa alasan bahwa pernikahan itu penuh ujian dan menuntut kesabaran dan Allah janjikan banyak pahala dan surga bagi yang bersabar.
Keutamaan yang Didapat Menikah, Bagian Pertama dan Utama
Jika pria bermesraan dengan wanita yang tidak halal baginya maka itu menjadi maksiat dan memikul dosa besar.
Namun sebaliknya, jika pria bermesraan dengan istrinya justru mendapat pahala. Inilah keutamaan yang didapat menikah.
Nabi Muhammad sae mengabarkan, “Pada kemaluan di antara kalian ada shadaqah.” Para sahabat bertanya, “Apakah jika kami menggauli istri kami akan mendapat pahala?”
Dijawab, “Bukankah jika ia menunaikannya di tempat haram dia mendapat dosa? Demikian juga jika ia menunaikannya di tempat yang halal (istrinya) maka dia mendapat pahala.” (HR. Muslim).
Kemuliaan Pernikahan dalam Islam
Dan setiap kemesraan dan keintiman pasutri itu halal dan bernilai shadaqah.
Betapa mulianya agama Islam menilai sebuah pernikahan. Dan ini tidak didapatkan oleh seorang yang hidup sendiri atau single.
Baca juga: Testimoni, Lulusan SMP taaruf dengan lulusan Perguruan Tinggi
Keutamaan Yang Didapat Menikah, Bagian Kedua
Setiap rupiah atau nafkah yang diberikan suami kepada istri merupakan shadaqah dan bernilai pahala.
“Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk membebaskan budak, dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin dan dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, pahala yang paling besar adalah dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.” (HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi).
Jika istri juga berpenghasilan dan untuk keperluan keluarga justru lebih mulia lagi nilainya terutama jika diniatkan ikhlas karena Allah meskipun hukum asalnya nafkah adalah kewajiban suami.
Sumbangsih nafkah dari istri kepada keluarga bernilai ganda karena memang sejatinya dia tidak wajib menafkahi keluarga. Sehingga pahala istri makin berlipat: ya shadaqah, ya membantu keluarga.
Baca juga: Testimoni, Move on dari Trauma Masa Lalu Yang Pahit
Keutamaan yang didapat menikah, bagian ketiga
Perjalanan pernikahan tak selalu bertabur bunga dan pelangi. Selalu saja ada terpaan badai dan angin kencang.
Sikap pasangan tidak selalu manis. Perasaan manusia bisa berubah-ubah tergantung situasi dan kondisi.
Tiap pribadi selalu saja ada sifat yang positif dan sifat yang negatif. Nobody is perfect. Tidak ada yang sempurna.
Di situlah, tiap pasutri dan anggota keluarga membutuhkan stok sabar yang makin banyak dari waktu ke waktu.
Pahala Yang Tiada Putusnya Jika Begini Sikapnya Kepada Keluarga
Maka, pahala sabar antara pasutri disempurnakan Allah sepanjang keduanya tetap bersikap sabar dalam ikatan pernikahan itu.
“Katakanlah, ‘Hai hamba-hambaKu yang beriman, bertaqwalah kepada Tuhanmu.’ Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar 10).
Keutamaan Yang Didapat Menikah, Bagian Keempat
Jika manusia mati, terputuslah semua amalnya. Namun, bagi pasutri yang merawat dan mendidik anak-anaknya dengan sabar dan sesuai arahan agama.
Ini menjadi peluang pahala yang terus mengalir meski pasutri itu telah wafat. Inilah keutamaan yang didapat menikah.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah (yang faidahnya terus dimanfaatkan), ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang shalih.” (HR. Muslim).
Baca juga: Testimoni Ngaji Jodoh, Begini Cara Allah Mempertemukan Jodoh
Foto: pixabay
