Saat Jodoh Datang Tak Sesuai Harapan
Saat Jodoh Datang Tak Sesuai Harapan | Astaghfirullahal adzim…astaghfirullahal adzim…astaghfirullahal adzim…
Bisa jadi itu kalimat pertama yang keluar dari lisan kita saat menerima biodata calon pasangan, namun tidak sesuai dengan harapan atau kriteria. Lantas apa yang harus kita lakukan, marah, kesal atau justru muhasabah diri?
Guys, izin bercerita sedikit ya tentang kisah nyata yang pernah dialami oleh sahabat saya saat berniat menikah. Sebut saja namanya Rani, usianya sudah lebih dari cukup untuk menikah, yaitu 34 tahun.
Saat Jodoh Datang Tak Sesuai Harapan, Sering Didekati Pria
Jauh sebelumnya, saat usianya masih kisaran 20-28 tahun, beberapa lelaki berusaha mengenalnya lebih dekat, bahkan ada yang mengajak ke jenjang lebih serius yaitu pernikahan. Namun, hingga usianya 34 tahun dia belum berubah status menjadi seorang Istri. Pasti kalian juga terbesit beberapa pertanyaan, kenapa kenapa dan kenapa?
“Saat usiaku masih belia, aku punya harapan dan kriteria untuk pendamping hidupku. Mulai dari usia, kemapanan, bahkan pendidikan yang minimal sama denganku,” kata Rani kepadaku.
“Tanpa kusadari usiaku semakin bertambah begitu juga dengan kedua orangtuaku yang semakin menua penuh harap aku tuk segera berkeluarga,” lanjutnya.
Baca juga: Testimoni taaruf, Lulusan Perguruan Tinggi & Lulusan SMP
Tertampar Saat Bertemu Pasutri Senior Yang Luar Biasa, Saat Jodoh Datang Tak Sesuai Harapan
Hingga aku tersadar, masih kata Rani, saat dipertemukan dengan pasangan suami istri yang jauh banget dengan harapan dan kriteriaku. Maaf, aku dipertemukan dengan sosok Istri cantik berbalut busana muslim sopan, rapi dan bersih.
Sementara sang suami tampil dengan sederhana mengenakan sarung, koko dan berpeci. Yang membuatku terharu hingga meneteskan airmata, adalah kesabaran sang istri menggandeng suaminya. Ya, suaminya seorang tunanetra dan qadarullah begitu juga dengan anaknya yang berusia kurang lebih 6 tahunan.
“Aku merasa menjadi hamba yang munafik dengan penciptaan Allah yang Mahabaik. Aku selalu meminta paling baik dan sesuai keinginanku, aku tidak melibatkan atau bahkan tidak berusaha mencari tahu keinginan Allah terhadapku.
Maasya Allah suaminya memuroja’ah hafalan Al Qurannya di sela-sela mengantri.” lanjut cerita sahabatku sambil matanya berkaca-kaca. Inilah kisah nyata, Saat Jodoh Datang Tak Sesuai Harapan.
Yuk Berkaca Guys
Sahabat, dari sedikit kisah nyata dari Rani, Saat Jodoh Datang Tak Sesuai Harapan. Yuk, bertanya pada hati kita yang paling dalam.
Saat kita berniat menikah, sebenarnya apa sih yang kita inginkan dari pernikahan itu? Menjadi lebih kaya karena menikah dengan orang yang mapan atau bahkan tajir melintir, atau bangga dengan wajah rupawan dari pasangan kita, atau mungkin tersanjung dengan pekerjaan pasangan kita?
Ingat, setiap amal manusia bergantung pada niatnya, dan seseorang mendapatkan balasan sesuai apa yang diniatkan. (HR. Bukhari dan Muslim)
Saat niat kita, ingin lebih kaya. Bukankah kekayaan itu milik Allah yang setiap saat DIA ambil?
Atau kita bangga dengan kerupawanan pasangan kita? Bukankah semua ada masanya, atau bahkan kita sering dihinggapi rasa khawatir karena kerupawanan pasangan kita. Naudzubillah.
“Gak apa-apa janda, asal kayak Bunda Khadijah.” Hallo ngaca ya Guys. Apakah kamu juga semulia Muhammad bin Abdullah saw yang memang layak Allah berikan posisi sebagai pasangan bunda Khadijah?
Allah Janjikan Kekayaan Bagi Orang Menikah
Pernikahan adalah gerbang pertama bagi seorang laki-laki dan perempuan dalam menjalani kehidupan yang sesungguhnya. Makanya, ada istilah ketika seseorang menikah, ada doa selamat menempuh hidup baru dan menggenapkan separu Ad Din.
Memiliki kriteria dan harapan kepada calon pasangan itu sah-sah saja. Namun perlu diperhatikan juga, jangan sampai kriteria dan harapan itu dipenuhi nafsu dan tidak melibatkan campur tangan Allah, padahal semua kehidupan kita akan bermuara pada keridhaan Allah.
Allah SWT menjanjikan kecukupan rezeki, kemudahan, dan keberkahan bagi mereka yang menikah untuk menjaga kesucian diri dan ketaatan. QS. An-Nuur: 32,
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian dan orang-orang yang layak menikah di antara hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kekayaan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Mahaluas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur 32).
Saat Jodoh Datang Tak Sesuai Harapan, Janji Allah Itu Pasti, Kita Yang Harus Muhasabah Diri
Janji Allah itu pasti. Bahwa jika hamba-Nya miskin, Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Pernikahan juga mendatangkan ketenangan jiwa dan membuka pintu keberkahan dalam hidup.
Pernikahan sering juga disebut Rumah Tangga, karena dalam prosesnya menjadi ibadah terpanjang dengan amanah kedua pasangan memiliki peningkatan, baik dalam keilmuan, ketaatan, bahkan kemapanannya.
Penulis: Lulusianna Yuliartiek, Penggiat Rumab Baca Adiba Bogor
Editor: Oki Aryono
Baca juga: Testimoni Cara Allah Mempertemukan Jodoh
Foto: pixabay
