Alasan Kamu Perlu Nikah | Ketika Harimu Terasa Hampa

Alasan Kamu Perlu Nikah

Tak punya alasan kamu perlu nikah? Tidak menemukan alasan kuat mengapa kamu butuh untuk menikah, cepat maupun lambat?

Memang, in this economy, rasanya banyak challenge bagi siapa saja yang punya tekad menikah di usia emas. Usia 25 hingga 29 tahun.

Alasan kamu perlu nikah di usia emas, apa saja alasannya? Mari kita ulas secara jujur dari dalam hati yang paling dalam.

Alasan kamu perlu nikah, alasan pertama paling ngeri

Tiap menit kita disuguhi konten sensual di tangan dan di mata kita. Setiap scroll ponsel, isinya hiburan menggoda syahwat.

Sebagai pria normal, tentu saja pasti terangsang. Jika tidak segera disalurkan dengan menikah, tarikan menuju masturbasi pasti sangat kuat.

Ini sangat menggangu pikiran pria. Dan sangat berpotensi jadi candu yang makin sulit dihentikan. Pornografi, pornoaksi dan prostitusi merupakan candu dan penyakit sosial yang sulit dihentikan jika sudah kecanduan.

Satu-satunya Cara, Tak Ada Yang Lain

Tak ada jalan lain kecuali mengalihkannya. Bisa dengan aktivitas olah raga dan sosial. Itu hanya pengalihan sementara.

Tapi, saluran utamanya: menikah. Itu jika kamu sudah punya kemandirian. Mampu menghidupi diri tanpa bergantung pada ortu.

Inilah alasan kamu perlu nikah di usia emas. Karena, godaan syahwat begitu kuat. Nikah adalah saluran satu-satunya yang sah dan terhormat.

Alasan kamu perlu nikah, alasan kedua, Versi Wanita

Jika alasan pertama di atas fokusnya ke para pria, maka alasan kedua ini fokusnya ke para cewek.

Jika kamu masih punya harapan menjadi wanita yang paripurna, maka keinginan menjadi ibu adalah sangat manusiawi.

Fitrah wanita antara lain suka dengan anak kecil. Kasih sayang seorang ibu kepada bayinya sudah tertanam pada jiwa wanita.

Wanita dewasa yang belum menikah aatau belum punya anak, biasanya kasih sayangnya diarahkan ke hewan kesayangan. Bisa kucing atau anjing.

Mumpung Kamu Masih Sehat dan Bugar, Sebab Umur Tak Bisa Berhenti

Tabiat dasar wanita memang suka dengan anak-anak. Dan usia sehat hamil, melahirkan dan menyusui menurut BKKBN antara 20 tahun hingga 35 tahun.

Jika kamu punya cita-cita mulia untuk menjadi ibu, maka berusahalah menjemput jodoh dengan cara syar’i dan terhormat sejak usia 20an tahun. Karena, wanita punya masa reproduksi sehat, sedangkan pria tidak.

Usia sehat reproduksi (hamil, melahirkan dan menyusui) tidak panjang.

Wanita yang punya niat mulia harus menata program secara rapi. Agar rencana hidupnya bisa selaras dengan rencana Allah. Inilah salah satu alasan kamu perlu nikah dalam rentang waktu tertentu.

Manusia berusaha yang baik dan bersoa yang baik. Selebihnya, kita tawakkal kepada Allah apa pun hasilnya.

Niat yang baik dibarengi cara yang baik insya Allah mengundang pertolongan Allah.

Kehamilan dan persalinan termasuk takdir Allah. Kita hanya berusaha yang baik dan berdoa yang baik.

Alasan kamu perlu nikah

Ada ruang kosong dalam jiwa seseorang ketika sudah dewasa dan hidup mandiri namun belum menikah.

Bangun tidur, kerja, pulang dan tidur lagi. Begitu saja tiap hari. Tak ada challenge. Monoton.

 

Sisi Yang Yang Tak Bisa Dilakukan Ortu, Saudara Apalagi Bestie Sesama

Mungkin kamu masih punya ayah ibu, dan hasil kerjamu dipakai untuk keperluan mereka berdua.

Tapi, setiap orangtua pasti sumringah kalau putra-putrinya bisa menjalani hidup bersama pasangan sahnya, lalu dikaruniai cucu.

Ruang kosong di jiwa single tentu tidak bisa diisi oleh ayah ibu, kakak adik maupun bestie.

Ruang itu hanya bisa diisi oleh suami-istri. Ruang yang lebih intim dan privasi. Ruang hati, raga dan psikologis.

Dari sanalah kemudian tumbuh rasa sakinah mawaddah wa rahmah. Hanya pasutri yang bisa merasakan ini.

Karena Potensi Dirimu Begitu Berharga

Jika hari-harimu sudah semakin hampa, tanpa nilai, maka berusahalah menjemput jodoh dengan cara halal dan terhormat. Salurkanlah potensimu ke keluarga kecilmu. Potensi iman, taqwa, ilmu, finansial, potensi fisik, dan pikiran.

Semoga masyarakat makin terbangun baik dengan potensi hebat kalian berdua yang beriman dan beramal shalih dalam wadah bernama keluarga.

Baca juga: Testimoni Taaruf, Dulu Pernah Trauma Gagal Nikah Jelang Hari H

Foto: pixabay

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *