Ujian Hidup Untuk Tujuan Mulia | Allah Tak Mungkin Zalim
Ujian Hidup Untuk Tujuan Mulia | Siapakah makhluk yang sempurna penciptaannya? Siapakah makhluk yang dimuliakan Allah? Ya, manusia itu sempurna penciptaannya dibandingkan makhluk Allah lainnya.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik.” (QS. At Tin 4).
Tak hanya itu, manusia juga mendapat fasilitas khusus di bumi ini.
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.” (QS. Al Isra 70).
Hanya Manusia Yang Memilkul Amanah, Makhluk Lain Tidak
Namun, manusia pulalah yang mendapat amanah dari Allah. Amanah untuk menjalankan perintah Allah, menjauhi larangannya serta amar makruf nahi munkar di tengah kaumnya.
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Seseungguhnya manusia amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al Ahzab 72).
Ujian Hidup Untuk Tujuan Mulia, Apa Itu?
Dan amanah itu merupakan ujian bagi manusia. Apakah mampu menunaikannya dengan baik atau justru mengabaikannya. Sekarang pilihan ada pada diri kita. Apakah mau menaati aturan Allah.
Allah, Tuhan yang maha mengetahui, telah menetapkan bahwa siapa saja yang sabar dan taat dalam menempuhi ujian-ujian hidupnya, maka Dia menyediakan tempat kembali yang baik nanti di akhirat. Ujian hidup untuk tujuan mulia.
Baca juga: Ujian-ujian Menjelang Menikah
Mengapa Balasan Baik & Buruk itu Menunggu di Akhirat?
Mengapa harus di akhirat? Karena dunia ini hanyalah tempat ujian hidup, bukan tempat pembalasan,bukan tempatnya karma. Dan sifat dunia itu sangatlah singkat.
Pada hari mereka melihat berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (QS. An Naziat 46).
Kehidupan di dunia ini semuanya ujian, agar Allah mengetahui siapa di antara hamba-hamba-Nya yang bersikap sabar dan siapa yang benar, dan siapa yang berdusta. Siapa yang benar iman dan siapa yang saja yang tak mengharapkan balasan di akhirat.
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang berdusta.” (QS. Al Ankabut 2-3).
Ujian Hidup Untuk Tujuan Mulia, Apa Janji Allah Jika Lulus Dengan Baik?
Siapa saja yang lulus ujian dengan benar, Allah menyediakan tempat kembali yang baik. Ujian hidup untuk tujuan mulia berikut ini.
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),” (QS. Ar Ra’d 22).
“Yaitu surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama orang-orang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu. (QS. Ar Rad 23).
“(Sambil mengucapkan) salamun alaikum bima shabartum ‘keselamatan bagi kalian karena kesabaran kalian selama ini.’ Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar Rad 24).
Ujian Hidup Untuk Tujuan Mulia, Ada Orang Baik Tapi Sakit Berkepanjangan
Ada orang yang sakit meskipun dia orang yang baik sepanjang hidupnya.
Jika dia bersabar, tabah dalam sakitnya, tetap berobat dengan cara yang baik sambil terus berharap sembuh kepada Allah semata, maka sabarnya itu menjadi pahala tak terhingga baginya. Ujian hidup untuk tujuan mulia.
“…Sesungguhnya hanya orang yang bersabarlah dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar 10). Sakitnya juga akan menjadi penggugur dosa-dosanya, selama dia tetap bersabar dan berdoa kepada Allah semata (HR. Ahmad).
Ada orang baik namun mati di usia muda. Ada bayi atau anak-anak yang mati. Semua itu ujian bagi keluarganya. Semua itu untuk menguji siapa yang tetap tabah dan mengharap Ridha Ilahi.
Karena ujian-ujian ini bukanlah Allah zalim kepada hamba-hambaNya. “Dan Rabbmu tidak akan pernah menzalimi siapa pun jua.” (QS. Al Kahfi 49). Semua demi kebaikan sang hamba.
Baca juga: Testimoni taaruf, Lulusan SMP & Lulusan Perguruan Tinggi
Ujian yang Berat Biasanya Sulit Diterima Para Ateis, Begini Logikanya
Menyikapi ujian-ujian hidup seperti ini, Laurence Brown menjelaskan sangat logis. Dokter warga negara AS yang masuk Islam pada 1991 ini punya pengalaman panjang sebagai sosok ateis.
Ia masuk Islam setelah melihat keanehan pada putrinya saat baru lahir dan ia pun telah berjanji ‘mencari’ Tuhan demi kesembuhan putrinya, sampai akhirnya menemukan Islam.
Dia menjelaskan sebuah ungkapan: siapa saja yang dicintai Tuhan, akan mati muda. Dapatkah seseorang mengerti ungkapan ini? “Aku kini mengerti. Hal itu masuk akal bagiku.”
Tapi bagi penganut ateis, hal ini seperti ketidakadilan. Dan tak percaya lagi dengan kasih sayang Tuhan. Semua itu hanyalah tragedi yang memilukan dan sulit diterima.
Baca juga: Nikah itu Berat dan Banyak Ujian, tapi Banyak Keberkahan
Masihkah Kita Berharap Surga atau Justru Tak Lagi Percaya
Ia membuat ilustrasi, jika ada orang ditanya: apa yang lebih engkau inginkan, melanjutkan kehidupan ini atau langsung pergi ke surga? Mereka tentu ingin langsung menuju ke surga.
Jadi kematian seorang bayi adalah tragis? “Menurutku itu bukanlah kematian. Itu tahap menuju kehidupan selanjutnya.”
Hidup ini -masih kata Brown- bukanlah bersenang-senang saja. Orang-orang pilihan Tuhan bahkan mengalami cobaan paling berat. Mereka direndahkan kaumnya, disiksa, dibunuh, dan anak-anak mereka ada yang mati.
Hidup ini tempat membuktikan apakah kita layak menerima hadiah dari Tuhan di akhirat. Brown menegaskan, “Surga diraih dengan usaha, kau meraihnya lewat kesusahan, bukan dengan kesenangan duniawi.”
Baca juga: Testimoni, Cara Allah Mempertemukan Jodoh
Foto: pixabay
