Tugas Menjadi Istri yang Baik | Siapa Tak Ingin Surga

Tugas Menjadi Istri yang Baik

Setiap 22 Desember diperingati sebagai hari ibu, dan kali ini kita bahas tugas menjadi istri yang baik. Mengapa penting membahas tema keluarga dan di dalamnya membahas tugas menjadi istri yang baik?

Tugas menjadi istri yang baik

Karena, Al Quran punya perhatian yang sangat serius terhadap urusan keluarga. Terdapat 146 ayat di dalam Al Quran yang membahas semua tentang keluarga. Mulai dari nikah, nafkah, peran suami-istri, pengasuhan anak, menyusui, cerai, rujuk, waris, dll.

Sedangkan ayat tentang shalat hanya 24 ayat, puasa 5 ayat, dan wudhu-tayammum hanya satu ayat.

Ini membuktikan bahwa urusan keluarga menjadi hal sangat penting dalam Islam. Kali ini kita akan membahas tugas menjadi istri yang baik. Ini merupakan bagian tak terpisahkan dalam pembahasan keluarga dalam Islam.

Jika merujuk ayat-ayat Al-Quran dan hadits Nabi, setidaknya ada lima tugas menjadi istri yang baik.

Tugas pertama

Poin pertama adalah taat kepada suaminya, selama tidak dalam kemaksiatan/dosa.

“…Wanita yang shalihah adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya (sedang) tidak di rumah…” (QS. An Nisa 34).

Sampai-sampai, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda tentang ketaatan istri kepada suaminya. “Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi).

Ketaatan istri kepada suaminya ini sepanjang tidak dalam urusan kemaksiatan/dosa sebagaimana penjelasan Allah dalam surat Luqman ayat 15.

Tugas menjadi istri yang baik, tugas kedua

Menjadi istri yang baik mendapat pujian dari Rasulullah saw. “Apabila istri mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), taat kepada suaminya, niscaya dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia sukai.” (HR. Ibnu Hibban).

Kehidupan ini hanyalah sebentar dan sementara. Saking singkatnya, bahkan seperti terasa seperti pagi atau sore saja (lihat surat An Naziat 46).

Oleh karena itulah, cita-cita tertinggi orang beriman adalah tinggal di surga kelak selama-lamanya. Dan wanita/istri mendapat jaminan dari Rasulullah.

Tugas ketiga

Ciri istri penghuni surga adalah ketika ia penuh kasih sayang kepada suami dan keluarganya.

Rasulullah menjelaskan, “Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan di atas tangannya dan berkata, ‘Aku tak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.” (HR. Thabrani).

Inilah Di Balik Kemuliaan Wanita Dalam Islam

Kedudukan wanita dan istri sangat mulia di dalam Islam. Agama ini melindungi kehormatan wanita dan para istri. Karena itulah, peran wali bagi wanita merupakan pelindung dan duta.

Tiap wanita harus mendapat penjagaan dan perlindungan dari walinya, bisa ayah, saudara laki-laki, saudara laki-laki dari ayah dan seterusnya.

Kaum pria tidak bisa seenaknya mendekati wanita muslimah tanpa izin dari wali. Ketika sudah menikah, wanita mendapat perlindungan dari suaminya masing-masing.

Dan para istri mendapat jaminan surga jika sudah menjalankan tugas utamanya: shalat lima waktu, puasa wajib, menjaga kehormatannya dan taat suami. Dan jaminan ini hanya untuk wanita, tidak untuk pria/suami.

Baca juga: Suami yang Baik Seperti Apa | Si Doi Apa Sudah Sesuai?

Foto: Pixabay

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *