Cara Melawan Diri Sendiri | Nafsu Itu Berbahaya

Cara melawan diri sendiri

Cara melawan diri sendiri sejatinya menjadi tugas paling asasi manusia. Sejak pertama kali diciptakan Allah, manusia dibekali dengan hawa nafsu. Dan hawa nafsu itu selalu mendorong manusia untuk berbuat maksiat.

Hal ini diungkapkan Nabi Yusuf yang termaktub dalam Al Quran, “…Karena sesungguhnya hawa nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan kecuali hawa nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku…” (QS. Yusuf 53).

Cara melawan diri sendiri, Karena Kita Punya Nafsu

Baca juga: Jomblo Sampai Halal, Awas! Cowok Itu Nafsuan

Meski begitu, hawa nafsu manusia sejatinya sebagai bekal dati Allah agar manusia mampu bertahan hidup dan meneruskan keturunan di bumi ini. Namun, jika tidak dikendalikan dengan aturan Tuhan, maka hawa nafsu manusia akan mendorong kepada hal yang melampaui batas dan menjadi kemudharatan.

Kecenderungan hawa nafsu inilah yang kemudian disadari oleh para alim ulama sehingga dibuatkan panduan hidup yang sejalan dengan aturan Tuhan. Para ahli filsafat Islam berusaha merumuskan cara melawan diri sendiri.

Seberapa sulit bagi seorang insan untuk menaklukkan dirinya sendiri? Seberapa keras pergulatan batin manusia mengendalikan hawa nafsunya?

Imam Al Ghazali, (filsuf Islam, 1058-1111) pernah menjelaskan betapa keras pertempuran batin manusia dalam mengontrol jiwanya sendiri. “Belum pernah aku berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwaku sendiri, yang terkadang membantuku dan terkadang menentangku.”

Baca juga: Testimoni taaruf Ngaji Jodoh, Pemuda Punk Ikut Taaruf

Zaman Medsos, Isinya Merangsang Nafsu

Apalagi di zaman media sosial dan konten digital saat ini bertaburan konten-konten merangsang syahwat. Hawa nafsu manusia terpapar konten-konten vulgar yang bisa memacu dan memicu perbuatan maksiat.

Sampai-sampai muncul kalimat di medsos, “Bagaimana, sakit bukan? Hatimu ingin taat, ragamu ingin sholat, tapi pikiranmu berkhianat.”

Begitulah beberapa bukti betapa petarungan batin manusia selalu terjadi sepanjang waktu. Lantas, para ulama merumuskan sejumlah panduan sebagai cara melawan diri sendiri agar menjauh dari maksiat lalu mendekat kepada Tuhan.

Ada beberapa panduan agar Allah merahmati hawa nafsu manusia sehingga bisa terkontrol dan selaras dengan ketaatan.

Baca juga: Mengapa Pacaran Berbahaya Untuk Perempuan?

Cara Melawan Diri Sendiri, Tahap Pertama

Kita harus memahami bahwa kehidupan di dunia ini sangatlah singkat. Bahkan, kelak di akhirat, manusia merasakan bahwa dulu hidupnya di dunia hanya beberapa jam saja. Padahal bisa jadi dulunya di dunia hidup sampai 60 tahun. Namun, hanya terasa seperti beberapa jam saja.

Allah mengabarkan suasana di akhirat kelak, “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (QS. An Naziat 46).

Bisa dibayangkan betapa singkatnya kehidupan dunia seorang manusia dibandingkan kehidupannya di akhirat kelak. Puluhan tahun di dunia hanya terasa beberapa jam saja, seperti pagi hari atau sore saja. Yang berusia 60 tahun atau lebih hanya merasakan beberapa jam saja.

Karena itulah, maka orang beriman harus melawan dirinya sendiri dengan berbuat baik di dunia ini agar kelak mendapat tempat yang baik di akhirat.

Janganlah memperturutkan hawa nafsu sehingga menjerumuskan kita di alam akhirat kelak. Kendalikan nafsu kepada yang cara yang halal, bukan cara yang haram.

Menikah adalah cara yang halal untuk menyalurkan nafsu seksual. Cara pacaran adalah cara yang haram menuju pernikahan. Sebagai ganti pacaran, maka muslim muslimah diarahkan cara taaruf agar terhindar dari dosa zina.

Baca juga: Begini Bahayanya Dosa Zina

Cara Melawan Diri Sendiri, Tahap Kedua

Berbuat baik itu kembali kepada diri sendiri. Setiap perbuatan baik sejatinya akan kembali diri si empunya, demikian pula jika berbuat keburukan.

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…” (QS. Al Isra 7).

Lawanlah diri sendiri agar terus berbuat kebaikan meskipun seringkali orang lain berbuat buruk kepada kita. Ada kalanya perbuatan buruk manusia bisa diadili dan mendapat hukuman yang setimpal di dunia.

Namun, ada kalanya manusia memaafkan keburukan dan menyerahkan urusannya itu kepada Allah agar diadili kelak di akhirat. Banyak kejahatan di dunia yang belum diadili sampai pelakunya keburu meninggal dunia. Di akhirat lah nanti pengadilan Tuhan ditegakkan.

Tak jarang, jiwa manusia ingin berbuat buruk demi mendapat keuntungan duniawi. Namun, ingatlah nanti keburukan itu akan kembali kepada kita, bisa di dunia atau bisa di akhirat kelak. Karena pengadilan Tuhan tak akan luput dari perbuatan sebesar biji sawi pun (QS. Al Zalzalah 7-8).

Cara melawan diri sendiri, Tahap Ketiga

Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir meyakini kalimat bijak berikut ini. “Sesungguhnya, keletihan karena melakukan ketaatan akan hilang, tinggallah pahalanya. Dan kenikmatan melakukan kemaksiatan akan sirna, tinggallah hukumannya.”

Baca juga: Testimoni taaruf Ngaji Jodoh, Pernah Alami Trauma Nyaris Batal Nikah Jelang Hari H

Foto: pixabay

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *