Perbedaan Kebersamaan Suami Istri dan Antara Teman dan Kerabat

Perbedaan Kebersamaan Suami Istri dan Antara Teman dan Kerabat

Perbedaan Kebersamaan Suami Istri dan Antara Teman dan Kerabat | Setiap orang pasti dikelilingi orang-orang kerabatnya. Mulai dari ayah, ibu, kakak, adik, paman bibi kakek nenek dan para sepupu. Bisa juga dilingkupi para pendidik yang membina dan mengajarinya banyak hal.

Namun, ketika sudah beranjak dewasa dan sudah hidup mandiri, seseorang membutuhkan satu orang yang bisa hidup bersama. Makna bersama di sini benar-benar bersama dalam satu rumah dan dalam kamar yang sama. Dia adalah suami atau istri .

Kebersamaan suami dan istri sangat berbeda dengan kebersamaan antara anak dan ayah ibu kerabat atau pun kebersamaan antarteman.

Perbedaan Kebersamaan Suami Istri dan Antara Teman dan Kerabat | Dengan Ayah Ibu

Tentu kita menghormati ayah ibu. Bahkan ridha mereka mengundang ridha Allah Swt. Tak ada manusia yang paling kita hormati di dunia selain ayah ibu kita.

Bagaimana dekatnya kita dengan ayah ibu, tidak akan sama dengan kedekatan kita dengan suami/istri kita. Ada rasa dan ada cinta yang berbeda.

Meskipun ada sentuhan fisik dengan ayah ibu, tentu sangat berbeda dengan sentuhan fisik antara suami istri. Sentuhan fisik ayah dan ibu sebagai bentuk hubungan mahram dan hubungan darah.

Beda Sentuhan Fisik Ayah-Ibu vs Pasutri

Sedangkan sentuhan fisik suami istri mengandung nilai ibadah, membawa ketenangan batin dan keberkahan berupa anak, jika Allah karuniakan.

Bahkan sentuhan fisik antara pasutri bernilai pahala. Suatu ketika Nabi Muhammad saw. menjelaskan, “Pada persetubuhan antara kalian (dengan istrinya) ada (nilai) shadaqah.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah jika kami mendatangi istri dengan syahwat akan mendapatkan pahala?”

Nabi saw menjawab, “Tahukah kalian jika seseorang memenuhi syahwat dengan yang haram, maka dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya pada yang halal, maka dia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim).

 

Perbedaan Kebersamaan Suami Istri dan Antara Teman dan Kerabat | Kakak Adik

Bisa jadi kita punya kakak adik. Bahkan ada yang punya saudara kembar. Banyak kakak beradik yang sangat dekat, bahkan hingga dewasa.

Meski begitu, ketika masing-masing sudah menikah maka kakak beradik itu akan fokus dengan suami istrinya masing-masing.

Bagaimanapun suami dan istri sudah menjadi belahan jiwa meskipun baru kenal, dibandingkan hubungan darah adik kakak yang jauh lebih awal.

Perbedaan Kebersamaan Suami Istri dan Antara Teman dan Kerabat

Kita juga pasti punya kerabat dari ayah maupun ibu. Ada paman bibi, dan para sepupu. Ada juga kakek nenek. Barangkali ada yang tumbuh bersama dalam keluarga.

Kita juga mungkin seusia dengan para sepupu. Dan usia sebaya sehingga makin akrab dan dekat.

Kedekatan dengan kerabat ini juga tidak sama dengan kedekatan antara pasutri. Hubungan dengan kerabat akan menjadi hubungan saling support. Sedangkan pasutri adalah ikatan suci yang agung di sisi Allah.

Baca juga: Testimoni taaruf, Lulusan SMP vs Lulusan Perguruan Tinggi

Perbedaan Kebersamaan Suami Istri dan Antara Teman dan Kerabat | Dengan Bestie

Tak kalah pentingnya adalah hubungan pertemanan. Karena, kadar agama seseorang dangat dipengaruhi kualitas beragama sahabatnya.

Sampai-sampai Al Quran memberi ilustrasi betapa pentingnya hubungan sahabat karib yang berdampak di akhirat kelak.

“Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Az Zukhruf 67).

Maka penting memilih teman karib, walaupun untuk pergaulan luas bisa dengan siapa saja. Namun, untuk kedekatan, perlu memilah teman karib yang bisa mengajak kepada kebaikan.

Agar Teman Jadi Pembawa Bau Harum Bukan Bau Asap

Nabi Muhammad saw membuat perumpamaan persahabatan, antara akrab dengan penjual parfum vs pandai besi. Jika dekat dengan penjual parfum, kita bisa membelinya atau diberi setetes tester, jika tidak, minimal merasakan harumnya.

Jika dekat dengan pandai besi, kita bisa terpercik apinya. Jika tidak, minimal terkena asapnya. (HR. Bukhari Muslim).

Banyak orang bersahabat dalam hitungan puluhan tahun. Tidak sedikit yang awalnya teman bahkan tetangga kemudian saling akrab sehingga seolah-olah seperti saudara. Bersama dalam susah dan senang.

Meski begitu, teman sesama pria/wanita, tentu beda dengan kebersamaan suami istri. Ada ruang-ruang privasi yang dalam pada pasutri yang bahkan tidak akan bisa disamakan dengan kedekatan dengan bestie sekalipun.

Baca juga: Cara Allah Mempertemukan Jodoh, Testimoni Ngaji Jodoh

Foto: pixabay 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *