Konten Seksi Masih Banyak Ditonton | Alasan Perlu Menikah

Konten seksi masih banyak ditonton

Konten seksi masih banyak ditonton. Isi medsos yang ramai ditonton adalah konten seputar pamer aurat dan/atau menjurus tema ‘ngeres.’ Bisa ratusan ribu bahkan jutaan penontonnya & dikomentari tiap videonya.

Konten seksi masih banyak ditonton

Video yang ramai ditonton dan dikomentari umumnya tema wanita cantik dan/atau menampilkan bodi seksi perempuan. Konten seksi masih banyak ditonton.

Walaupun belakangan ini video/konten obrolan di dalam tayangan podcast bertema edukasi dan perbincangan canda mulai banyak ditonton juga.

Tulisan ini menekankan bahwa konten seputar syahwat, nafsu, dan pesona lawan jenis masih banyak ditonton dan cepat viral.

Tak Hanya Bujangan, Pasutri Pun Ekspos Konten Erotisme

Statistik masih menunjukkan bahwa konten hiburan bernuansa sensual masih menarik minat warganet. Konten seksi masih banyak ditonton

Ada yang berupa video dengan menampilkan pegawai konter hp dengan pakaian seksi. Ada juga konten pasangan yang sedang ekspos aktivitas privasi di kamar dengan asosiasi ke arah erotis, dsb.

Konten seksi masih banyak ditonton. Pasangan pembuat konten itu ada yang sudah menikah, ada juga yang belum menikah.

Konten seksi masih banyak ditonton, Seksualitas Memang Merangsang

Ada kalimat yang muncul dari akun medsos foto model dewasa: “Sex sells. Mau produk rokok, otomotif, atau yang jelas-jelas menjual konten dewasa dengan target market pria, tentunya ‘lumarh’ kalau memajang foto wanita seksi.” Konten seksi masih banyak ditonton.

Ini semua adalah wujud nyata bahwa manusia punya hawa nafsu. Dan hawa nafsu itu melekat dalam diri manusia, ya pria ya wanita, ya tua ya muda.

Baca juga: Taaruf, Cara Halal Menemukan Jodoh

Manusia Dengan Segala Potensi Dirinya

Aspek syahwat ditanamkan Tuhan dalam diri manusia. Sudah menjadi desain Allah manusia memiliki nafsu.

“Telah dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu kepada wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binantang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan kehidupan di dunia dan dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran 14).

Aspek ini tak bisa diabaikan dan harus dikelola dengan tuntunan. Bahwa manusia harus mengelola nafsunya, khususnya terhadap lawan jenis. Ia tidak mengabaikan hawa nafsunya begitu saja. Ia juga tidak boleh sembarangan dilampiaskan.

Satu Jalur Saja Penyaluran Nafsu Syahwat

Islam hanya memberi satu jalur yang sah: melalui menikah. Tuntunan akad menikah menjadikan syahwat pria dan wanita menjadi terhormat dan tertata.

Tanpa akad nikah, penyaluran syahwat hanya menjadi pelampiasan nafsu tanpa tanggung jawab. Akibatnya, garis keturunan (jalur nasab) menjadi kacau.

Konten seksi masih banyak ditonton, Jangan Sampai Seks Sebelum Nikah

Jika terjadi kehamilan dan kelahiran anak di luar nikah, maka sulit untuk menisbatkan siapa ayah dari si anak. Meski sudah ada tes DNA, itu bukan solusi.

Karena, kontak seksual pranikah terjadi tanpa didahului ikatan pernikahan. Padahal akad nikah menjadikan hubungan badan menjadi jelas dan bermartabat.

Yang Dirugikan Adalah Wanita Ketika Seks Sebelum Nikah

Syariat menikah sejatinya paling utama: melindungi harkat dan martabat wanita. Karena, jika tidak terikat dalam ikatan pernikahan, pihak yang paling dirugikan adalah wanita. Misalnya:

  • Wanita akan kehilangan keperawanan jika hubungan badan, padahal itu kehormatan baginya. Sedangkan pria tidak terdapat selaput dara (hymen) pada kemaluannya.
  • Jika terjadi kehamilan, tentu pihak wanita yang terbebani selama 9 bulan dengan segala keluhan dan kepayahan.
  • Jika sampai persalinan, ini menjadi perjuangan antara hidup dan mati bagi wanita. Betapa sakit dan menderitanya wanita saat persalinan.

Jika tidak diikat dalam pernikahan, akan banyak wanita kepayahan dan menderita apabila pria yang telah membuahinya ternyata enggan bertanggung jawab dan tidak mau menafkahi serta tidak akan menyertai proses beratnya hamil, melahirkan dan mengasuh bayi.

Fenomena rangsangan syahwat tentu menjadi bukti bahwa syariat menikah menjadi solusi utama dan satu-satunya.

Baca juga: Bahaya Pacaran Bagi Perempuan

Pemuda Tampan Justru Menghindar Ajakan Seksual Dari Wanita Cantik

Konten-konten penuh rangsangan itu menjadi tantangan bagi para single agar tetap menjaga diri dan bersabar menahan syahwatnya, sampai nanti tiba waktunya ijab qabul.

Dalam sebuah potongan video, Gus Baha menjelaskan bahwa ketabahan Nabi Yusuf menolak rangsangan syahwat menjadi teladan terbaik sepanjang zaman.

Penolakan Yusuf muda dari ajakan nafsu justru menjadi kemuliaannya sehingga Allah memilihnya sebagai nabi.

Siapa Tabah Menahan Godaan Syahwat, Dia Sangat Mulia di Hadapan Allah dan Manusia 

Gus Baha menuturkan, “Ini kisah nyata, untuk para muda-mudi. Agar punya kebanggaan ketika masih menjaga kesucian diri. Bahwasanya seorang nabi itu kadiahnya adalah mashum, tidak terjerumus pada dosa. Tapi ada kejadian wajar, seorang nabi didesain seperti manusia biasa.”

“Ada perjaka sangat tampan, tidak pernah bermesraan dengan wanita. Di tempat yang sama, ada wanita punya kedudukan tinggi dan cantik yang ternyata suaminya lemah syahwat.”

“Potensi basyariah (manusiawi) untuk selingkuh sangat terbuka lebar. Secara basyariah, Yusuf muda ingin bermesraan dengan tuan wanita itu, begitu juga sang tuan.”

“Justru dari keinginan itulah, Yusuf muda malah lari menghindari perbuatan itu dan di situlah Yusuf kemudian diangkat menjadi nabi. Dengan bekal lari menolak ajakan zina, malah jadi nabi.”

“Anda shalat tahajud setahun penuh belum tentu jadi nabi. Lari dari godaan syahwat justru menjadi sebab terpilih sebagai nabi.” Demikian, penjelasan Gus Baha.

Kita memohon kepada Allah agar anak cucu kita mampu menjaga iman dan imun dari terpapar konten-konten merangsang syahwat. Naudzubillah.

Baca juga: Cara Allah Mempertemukan Jodoh, Testimoni Taaruf

Foto: pixabay

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *