Jujur Sih Awalnya Nafsu | Yang Membuat Suami Istri Awet
Jujur sih awalnya nafsu, sehingga ada ungkapan: dari mata turun ke hati. Begitulah memang awalnya cinta mulai bersemi. Dari rasa takjub pada pandangan mata. Dari mata memandang kecantikan, ketampanan dan fisik yang aduhai.
Dan itu memang manusiawi. Secara kodrati, manusia punya hawa nafsu terhadap lawan jenis. Di situlah maka aturan menikah dibuat.
Agar ada ikatan resmi dan suci antara pria dan wanita yang telah memenuhi syarat. Jujur sih awalnya nafsu, baru kemudian ditata dalam aturan yang benar.
Jujur sih awalnya nafsu
Di usia akil baligh, seseorang pasti ada ketertarikan pada aspek fisik, wajah, dan penampilan. Begitulah memang awalnya. Allah Swt telah menetapkan demikian pada manusia
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada hal yang diinginkan berupa wanita-wanita, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran 14).
Makna Nikah Secara Bahasa
Jujur sih awalnya nafsu. Bahwa menikah memang cara sah untuk menyalurkan hasrat seksual. Itulah cara yang terhormat bagi manusia yang sangat berbeda dengan makhluk lainnya di bumi ini.
Makna kata nikah pada dasarnya adala memang bersetubuh. Nikah berasal dari Bahasa Arab yaitu
Makna pertama
Sepadan dengan kata: Al Wath’u, yang berarti bersetubuh antara pria dan wanita. Juga bermakna bersentuhan dan hubungan intim.
Makna ini merujuk pada aspek biologis atau ketertarikan fisik (yang tersalurkan secara halal). Jujur sih awalnya nafsu yang dipraktikkan setelah resmi dalam ikatan resmi. Itu memang sah.
Makna kedua
Dijelaskan dengan frase Ad Dhammu wal Jam’u, yang berarti menghimpun, mengumpulkan atau menyatukan. Makna ini merujuk pada aspek sosial dan spiritual. Artinya, bersatunya orang yang berbeda (pria dan wanita) dalam satu kesatuan.
Masyarakat Arab zaman dahulu menggunakan kata ini berdasarkan situasi objeknya.
Jika mereka menyebut Nakahal As Syujaru (pohon itu saling menikah) artinya dahan-dahan pohon tersebut saling bertautan dan bersatu.
Jujur sih awalnya nafsu, Bagaimana bangun nikah agar awet
Jika dikaitkan dengan hubungan pria dan wanita dalam koridor hukum (syariat), nikah bermakna akad (perjanjian) yang menghalalkan hubungan biologis sekaligus menyatukan visi hidup.
Awalnya memang nafsu, namun dalam perjalanannya pasutri itu menyusun rencana bersama untuk menuju cita-cita.
Yang membuat awet pasutri adalah tingkat cita-cita keduanya dan seberapa serius keduanya berusaha mewujudkannya
Jika hanya berorientasi pada fisik, maka ketampanan/kecantikan lambat laun pasti akan pudar seiring bertambah usia. Jika tujuan utama pada harta, sungguh harta itu kadang bisa banyak dan bisa menyusut.
Jujur sih awalnya nafsu, Inilah yang akan kekal
Maka, cita-cita paling mulia adalah masuk surga atas izin Allah kelak di akhirat. Dan menuju ke surga adalag dengan berlomba-lomba dalam amal shalih.
Tanpa cita-cita mulia ini, semuanya pasti fana. Tidak kekal dan rapuh
Yang cantik pasti kelak kalah oleh yang lebih cantik muda. Yang kaya, tak akan selamanya kaya. Karena hart aitu kadang banyak kadang menyusut karena banyak sebab.
Yang kekal hanyalah pahala dari Allah. Karena, apa yang di sisi Allah pasti kekal dan lebih baik daripada duniawi. Suami merawat istri itu berpahala, Istri melayani suami itu berpahala. Ayah ibu mengasuh anak dan memberi nafkah yang halal itu juga amal shalih.
Baca juga: Testimoni taaruf, Move on dari Trauma Batal Nikah Jelang Hari H
Foto: pixabay
