Persiapan Nikah Menurut Islam

persiapan nikah menurut islam

Persiapan nikah menurut Islam sebetulnya tidak rumit. Justru yang bikin rumit itu adalah adat istiadat setempat. Persiapan nikah seperti hitung hari (weton) dalam adat Jawa atau ritual adat lain yang bernuansa syirik sering kali menyulitkan calon mempelai dan keluarganya.

padahal persiapan nikah menurut Islam tidak membutuhkan banyak syarat. Dalam ajaran Islam, syarat dan rukun akad nikah hanya ada lima. Nanti kita bahas di bagian akhir tulisan ini.

Namun ada hal-hal utama yang justri sering diabaikan para calon dalam persiapan nikah dalam Islam. Dan hal-hal utama justru yang menjadi bekal utama dalam menapaki perjalanan rumah tangga.

Dalam persiapan nikah menurut Islam, setidaknya ada tiga hal utama yang harus disiapkan sebelum menikah:

Persiapan nikah menurut Islam, hal pertama

Dalam surat Al Baqarah ayat 197, orang akan dan sedang beribadah haji diperintahkan untuk mempersiapkan bekal. Dan di dalam isi ayat 197 ini terdapat perintah: Carilah bekal, karena bekal yang paling baik adalah taqwa.

Ibadah haji itu sejatinya yang inti hanya berlangsung 6 hingga 7 hari saja. Namun karena jumlah jamaahnya mencapai 2 juta orang, maka proses pemberangkatan dan pemulangannya harus antri.

Sehingga satu orang harus berada di Tanah Suci selama musim haji bisa sampai 3 atau 5 pekan, tergantung antrian kloter masing-masing.

Baca juga: Testimoni Alumni Taaruf Ngaji Jodoh, Pasutri yang pebisnis

Persiapan nikah menurut Islam seperti persiapan haji

Jika ibadah haji yang 7 hari saja orang beriman harus mencari bekal dengan taqwa dan bekal lainnya seperti biaya, kesehatan, dll. Namun bekal utama tetap harus lebih banyak daripada bekal materi.

Maka orang Islam yang mempersiapkan nikah tentu harus lebih banyak lagi kadar taqwanya. Dalam pandangan Islam, menikah termasuk ibadah dan durasinya seumur hidup. Menikah adalah ibadah yang paling lama durasinya.

Dan bekal paling utama dalam ibadah adalah taqwa. Para calon pasutri harus mempersiapkan taqwa dengan kadar yang paling maksimal. Walaupun tetap juga mempersiapkan diri dengan bekal lain seperti biaya hidup berdua itu yang utama.

Orang sering salah pemikiran, bekal utama itu biaya pesta dan/atau harga maskawin/mahar sedangkan bekal taqwa tidak dipenuhi maksimal. Padahal Nabi saw berpesan, “Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah.” (HR. Abu Dawud).

Di hadits lain, “Pernikahan yang paling besar keberkahannya adalah yang paling mudah maharnya.” (HR. Ahmad).

Dan biaya nikah itu harusnya yang utama adalah biaya setelah akad nikah, yakni biaya untuk tempat tinggal, bisa indekost atau bisa kontrak rumah. Jadi biaya nikah itu harusnya bukan biaya pestanya saja tapi biaya pascaakad nikah.

Sebaiknya bisa mandiri bukan numpang ortu. Kalaupun harus numpang, cukup di awal saja dan jangan terlalu lama. Karena pasutri itu butuh belajar mandiri demi kekuatan internal pasutri di masa depan.

Kalau terus-menerus numpang, ketahanan pasutri itu tidak akan kuat. Karena akan menggantungkan terus kepada ortu atau mertua.

Nikah itu Baru Setengah, Maka Setengahnya Lagi Cara Merawatnya

Taqwa adalah sikap waspada terhadap dosa dan pelanggaran syariat. Dalam konteks nikah, taqwa artinya jangan sampai kita justru melakukan perbuatan yang justru merusak pondasi pernikahan.

Taqwa juga berarti berkomitmen untuk jalankan perintah agama sekaligus punya kesadaran menjauhi larangan Allah. Apa saja perintah dan larangan agama itu, maka kita harus banyak belajar jauh sebelum menikah. Inilah hal utama dalam persiapan nikah menurut Islam.

Maka, persiapan nikah menurut Islam yang paling utama adalah mengacu pada surat Al Baqarah ayat 197: bekal yang paling baik adalah taqwa.

Nabi saw berpesan, “Siapa saja yang menikah, maka dia telah menggenapkan setengah agama. Maka hendaknya ia bertaqwa untuk setengahnya lagi.” (HR. Al Baihaqy).

Maka, kadar taqwa pasutri itulah yang merawat pernikahan mereka. Bagaimana bisa menambah sikap taqwa, mari simak hal kedua dan ketiga di bawah ini.

Hal utama sebelum nikah, hal kedua

Calon mempelai harus terus belajar, jauh sebelum nikah hingga saat akad nikah dan terus belajar selama jalani pernikahan hingga punya anak dan terus sampai akhir hayat.

Ibarat menggunakan ponsel, maka Anda harus membaca tutorial penggunaan fitur-fiturnya sebelum mengoperasikannya. Demikian pula jika Anda menggunakan mobil, maka Anda harus membaca manual instruction-nya dulu.

Baca juga: Testimoni Alumni Taaruf Ngaji Jodoh, Calon Suami Hanya Lulusan SMP dan Calon Istri Sarjana

Rawatlah Pernikahan, Jangan Malah Merusaknya

Imam Bukhari dalam kitab haditsnya membuat bab khusus: Ilmu Sebelum Berkata dan Berbuat. Jika Anda sedang melakukan persiapan nikah menurut Islam, maka harus punya ilmu yang memadai tentang pernikahan, tentang hak & kewajiban sebagai suami-istri, sebagai ayah-ibu, sebagai menantu, dst.

Jangan sampai kelakukan kita justru merusak tatanan sendi pernikahan karena kurangnya ilmu dan pemahaman kita. Seperti halnya menggunakan ponsel secara sembrono tentu saja akan lebih cepat rusak, tentu itu merugikan diri kita dan keluarga bahkan masyarakat juga rusak.

Untuk rukun akad nikah sebagai persiapan nikah menurut Islam, hanya ada lima hal

1 Ada mempelai pria dan mempelai Wanita

2 Izin dari wali nikah mempelai Wanita

3 Dua saksi yang adil

4 Mahar atau maskawin

5 ijab qabul

Sedangkan syarat wali nikah dan syarat saksi ada enam hal yaitu

1 Islam

2 Baligh/dewasa

3 Berakal (sehat secara mental)

4 Merdeka, bukan budak

5 Laki-laki

6 Adil (bukan orang fasik/pelaku maksiat)

Baca juga: Jodoh Pria Surabaya 2024 | Suami Muslim Ideal

Hal ketiga sebagai persiapan nikah menurut Islam

Tombo ati (terapi hati dan jiwa) itu ada lima menurut Wali Songo: salah satunya adalah berakrab dengan orang-orang sholeh.

Maka, agar kita mampu menambah bekal taqwa tentu kita harus akrab dalam pertemuan orang-orang sholeh. Seringlah berkumpul dalam majelis orang-orang sholeh, semoga kita bisa upgrade kesholehan.

Baca juga: Waspadai Ujian-Ujian Menjelang Pernikahan

Ibarat Dekat Penjual Parfum Vs Pandai Besi

Nabi Muhammad saw memberi perumpamaan bergaul dengan orang sholeh dan orang tak sholeh. Seperti kita sering bergaul dengan penjual parfum, itu ibarat bergaul dengan orang sholeh. Kita berdekatan saja, kita sudah mendapatkan aroma wanginya.

Sedangkan berdekatan dengan orang buruk, seperti dekat dengan pandai besi. Jika kita tidak terpercik bara apinya, kita bakal kena bau asapnya.

Baca juga: Cari Jodoh Serius 2024

Foto: Pixabay

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *