Semua Pasangan Menikah Pasti Punya Masalah

Semua pasangan menikah pasti punya masalah

Semua pasangan menikah pasti punya masalah, kamu takut menikah karena tak mau menambah masalah?

Padahal kehidupan manusia memang selalu dalam ujian. Bahkan pernikahan dari nabi dan rasul pun punya problemnya masing-masing.

Tidak ada satu orang beriman pun kecuali diberi ujian oleh Allah. Mengapa Allah memberi ujian kepada manusia dan kepada pasangan menikah?

Semua Pasangan Menikah Pasti Punya Masalah

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Kapankah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqarah 214).

Dari sini muncullah pertanyaan, mengapa rasul dan para pengikutnya disebut orang-orang yang mendapat nikmat (an’amta alaihim) sebagaimana disebut dalam surat Al Fatihah meskipun ujian hidupnya begitu berat dan bertubi-tubi? Mari kita ulas bersama.

Penjelasan Pertama, ujian berat nabi justru dianggap nikmat

Nikmat terbesar menurut Allah itu adalah kedekatan dengan Allah. Ketika orang beriman diuji, maka dia makin mendekat kepada Allah seraya memohon pertolongan dalam mengatasi ujian-ujian itu.

Kita ambil contoh nyata ketika Nabi Muhammad ditinggal wafat dua penopang utama perjuangan beliau: istri (Khadijah) dan paman (Abu Thalib).

Wafatnya dua sosok itu (tahun 10 kenabian), intimidasi kafir Quraisy akin keras kepada Nabi dan kaum muslimin.

Sebelum itu, kaum Muslimin dan Bani Hasyim diboikot selama tiga tahun sampai kelaparan dan makan bekas kulit ternak yang lama mengering yang ditemukan di jalanan.

Makin berat ujian, orang beriman akan makin dekat kepada Allah. Itulah nikmat terbesar.

Inilah Isi Daya Bagi Orang Beriman Dalam Ujian Hidupnya

Justru di momen paling berat itulah, kemudian Allah mengundang Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra dan Miraj. Allah memberi rehat kepada Nabi saw dengan traveling horizontal dan vertikal menembus langit.

Bagi umat Nabi, shalat adalah bentuk miraj secara maknawi. Shalat merupakan sumber energi baru bagi orang beriman ketika dalam ujian-ujian dalam hidupnya.

Yang patut digarisbawahi adalah keindahan di langit miraj bukan untuk berlama-lama dinikmati. Justru isra miraj merupakan sumber energi baru bagi Nabi saw untuk melanjutkan perjuangan yang lebih berat.

Setelah itu, Nabi saw berjuang dalam hijrah dan berperang semasa di Madinah yang memang belum diizinkan ketika masih di Mekkah.

Semua Pasangan Menikah Pasti Punya Masalah, Penjelasan kedua

Tak hanya individu, bagi pasangan menikah, shalat merupakan tonggak utama dalam membangun diri dan keluarganya. Jika satu atau lebih pilar itu roboh, maka lemahlah bangunan spiritual diri yang berimbas kepada keluarganya.

Kekuatan spiritual itulah yang menopang kehidupan para nabi dan orang shalih. Perjalanan rumah tangga mereka pun diuji yang sangat berat.

Nabi Ibrahim dan Sarah hingga usia senja belum juga dikaruniai anak. Begitu juga Nabi Zakaria yang hingga rambutnya memutih semua dan tulangnya sudah mulai melemah namun belum kunjung punya putra.

Ujian Hidup Keluarga Nabi Sangat Berat

Lebih berat lagi ujian Nabi Nuh dan Nabi Luth. Istrinya masing-masing justru enggan taat kepada suami yang notabene seorang rasul. Namun, Nabi Luth dan Nabi Nuh istiqomah di jalan ketaatan. Semua pasangan menikah pasti punya masalah.

Keluarga Nabi Muhammad pun mengalami ujian-ujian yang berat. Anak laki-laki beliau hanya sampai usia kanak-kanak, wafat sebelum usia dewasa. Sedangkan anak perempuan tumbuh hingga dewasa dan menikah lalu dikaruniai putra.

Keluarga Nabi saw pun terhimpit masalah ekonomi, padahal bisa saja Nabi saw memohon kekayaan kepada Allah. Namun, Nabi saw memberi teladan bagaimana menyikapi kesulitan ekonomi dan hidup sederhana. Semua pasangan menikah pasti punya masalah.

Aisyah pernah menuturkan, “Pernah kami melalui suatu bulan yang ketika itu kami tidak menyalakan api sekalipun. Yang kami miliki hanya kurma dan air. Kecuali ada yang memberi hadiah kami berupa potongan daging kecil (domba) untuk dimakan.” (HR. Bukhari Muslim).

Semua Pasangan Menikah Pasti Punya Masalah, Penjelasan ketiga

Semua ujian itu sejatinya sebagai bukti bagi Allah siapa saja yang sabar dan taat di jalan Ilahi. Sebagai pribadi apalagi sebagai pasangan suami istri.

Dan ujian hidup mulai yang kecil sampai yang paling berat sekalipun merupakan ladang amal yang akan menuai pahala dari Allah kelak.

Lelahmu dalam Lillah Pasti Ada Berkah

“…Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah dan tidak pula menginjakkan kaki di suatu tempat yang membangkitkan amarah orang kafir dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh melainkan dituliskan bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shalih…” (QS. At Taubah 120).

Bagi para nabi, rasul, syuhada, dan orang shalih, ujian hidup disikapi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai siksaan. Bahkan mereka menilai ujian hidup sebagai nikmat, bahwa itu sebagai amal shalih dan meraih pahala dari Allah.

Baca juga: Testimoni taaruf Ngaji Jodoh, Cara Allah mempertemukan jodoh.

Foto: pixabay

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *