Menjaga Kewarasan Di Tengah Gempuran Konten Sensual
Menjaga Kewarasan Di Tengah Gempuran Konten Sensual | Jika Anda bujangan, khususnya laki-laki, tak jarang terdistraksi perhatiannya ketika scroll ponselnya.
Dan distraksi paling menyiksa para bujangan adalah konten pamer aurat dan/atau wanita seksi. Walaupun konten itu sering dibungkus dengan nada canda, namun tetap saja konten sensual mengguncang syahwat para pria.
Jika Anda seorang wanita single, pasti emoh berlama-lama membiarkan konten kemesraan tayang berulang di layar ponselnya. Ada konten tentang pasutri atau malah pasangan masih pacaran. Di kolom komentar pasti ada yang menulis: yang jomblo hanya bisa nyengir saja.
Semua Terpapar Konten Pengundang Syahwat Tanpa Kecuali
Semua itu pasti dialami tiap orang, tak hanya orang menikah yang terimbas, para single juga pasti terpapar tayangan kemesraan dan/atau beraroma sensual. Sulit dihindari ketika berlama-lama membuka medsos.
Dengan segala manfaatnya, smartphone dan medsos merupakan alat bebas nilai. Siapa saja bisa menggunakannya, dan siapa saja bisa mencermatinya. Jika itu baik, maka insya Allah bermanfaat. Namun bila itu mudharat, tentu dapatnya juga mudharat.
Setidaknya kita sebagai orang beriman kepada Allah dan akhirat, kita berjuang mati-matian untuk menghindari mudharat.
Apalagi bagi bujangan, yang lebih sering sendirian, bisa di cafe, di kantin, di resto bahkan pas di kamar. Seringnya sendirian. Pasti akan berlama-lama scroll ponselnya.
Jika seseorang itu sedang santai meski sudah menikah, pasti akan mamatut diri dengan ponselnya.
Mukmin Berjihad Menangkis Banjir Erotisme Medsos
Setidaknya kita harus berjuang untuk menjadikan ponsel kita bermanfaat. Agar smartphone kita jadi penuh pahala, penuh manfaat dan berdaya guna. Kita berusaha menjaga kewarasan di tengah gempuran konten sensual.
Berjuang keras untuk menjauhi kesia-siaan, bisa juga diistilahkan berjihad menghindari mudharat dan hal-hal mubazir. Dan ini memang menjadi salah satu ciri utama orang beriman.
Inilah Salah Satu Ciri Orang Beriman Sejati
Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. Dan orang yang menjauhkan diri dari (perkataan dan perbuatan) yang sia-sia.” (QS. Al Mukminun 1-3).
Hal ini juga dipesankan Rasululllah Muhammad, “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi).
Kita berusaha menjaga kewarasan di tengah gempuran konten sensual
Jihad meninggalkan hal tak berguna bisa dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini. Semoga penulis dan pembaca mampu meninggalkan kesia-siaan dan mengisi waktunya dengan kemanfaatan.
Kita semua harus berusaha menjaga kewarasan di tengah gempuran konten sensual. Berikut ini tips agar single dan muslim/ah menjauhi konten sensual.
Kita berusaha menjaga kewarasan di tengah gempuran konten sensual, tips pertama
Baiknya kita manarget diri sendiri pada project pribadi, harus bisa dicapai pada waktu dekat, bisa harian bisa pekanan. Mari kita ulas beberapa contoh konkritnya di bawah ini.
Baca juga: Testimoni taaruf, Problem keluarga Nyaris Batalkan Akad Nikah
Contoh Ke-1, Ini Jadi kebiasaan para sahabat Nabi
Ada kebiasaan baik yang mampu mengalihkan perhatian menjadi sangat bermanfaat. Apa itu? Menghafal satu ayat Al-Quran. Bisa tiap hari satu ayat. Atau yang lebih ringan, tiap pekan satu ayat.
Jika bisa konsisten, insya Allah kita akan mampu menghafal banyak ayat Al-Quran dalam setahun.
Agar hafalan itu bisa benar bacaannya, sepekan sekali atau sebulan sekali dibacakan di hadapan guru Al-Quran. Apakah sudah benar bacaannya atau masih perlu perbaikan.
Sambil menjaga istiqomah, kira penting bagi kita untuk mulai memahami makna ayatnya sekaligus mengamalkannya sekuat tenaga kita masing-masing.
Isi Waktu Saat Traveling Ala Sahabat Nabi
Inilah cara para sahabat nabi mengisis waktunya. Misalnya Umar bin Khattab. Saat perjalanan dari Madinah ke Palestina, ia ditemani seorang pelayan.
Namun unta hanya ada satu. Mereka pun bergantian, satu naik dan satu menuntun. Durasi pergantiannya adalah jumlah hafalan ayat yang dilantunkan selama perjalanan. Misalnya, setiap 100 ayat bergantian.
Ini bisa kita lakukan saat perjalanan di masa kini dengan teknik yang disesuaikan dengan kondisi.
Contoh Ke-2, Tak Hanya Jadi Penonton, Jadilah Pembuat Kebaikan
Saat ini adalah adalah zamannya media sosial. Daripada habis waktu untuk menonton saja, akan lebih bagus juga jika kita produksi konten versi kita sendiri.
Apa saja bisa jadi konten saat ini. Ada bisnis, hobi, traveling, motivasi, dst.
Baca juga: Testimoni taaruf, Cara Allah mempertemukan jodoh, di luar nalar
Menjaga kewarasan di tengah gempuran konten sensual dengan cara kreatif
Ada orang yang bikin konten saat ia memasak untuk keluarganya. Ada yang memproduksi kata-kata motivasi untuk jadi konten.
Ada yang menulis artikel di blog. Juga merekam hobi agar jadi konten. Bahkan saat bekerja pun dibuat kontennya. Yang penting, bermanfaat dan bukan konten sampah. Ini mengisi waktu demi menjaga kewarasan di tengah gempuran konten sensual.
Contoh ke-3
Saat ini bekerja tidak melulu di kantor, sangat mungkin untuk bekerja dari rumah atau warkop/café atau juga di jalanan. Maka, skill kita harus gacor, sehingga dibutuhkan banyak orang.
Maka, buatlah target diri sendiri untuk terus upgrade skill diri. Carilah mentor atau suhu yang bisa jadi pembimbing. Pilihlah passion mu dan temukan pelatih yang bisa transfer skill kepada kita.
Bersambung ke bagian dua: Tips Bagi Bujangan Supaya Terjaga Kesuciannya
Foto: pixabay
