Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Taaruf
Kesalahan yang sering terjadi dalam taaruf patut dicermati bagi single yang sedang berikhtiar. Taaruf merupakan jalan yang halal dan terhormat dalam usaha menjemput jodoh.
Taaruf adalah lawan dari pacaran. Karena segala yang dipraktikkan dalam pacaran justru menjadi catatan dosa bagi pelakunya.
Pacaran justru menimbulkan dosa dan sangat merugikan kehormatan wanita. Oleh karena itu, jalur taaruf adalah solusi berkah agar proses perjodohan jadi berpahala.
Kesalahan yang sering terjadi dalam taaruf
Setiap jalan kebaikan selalu saja ada ujiannya. Karena, Allah ingin mengetahui siapakah yang benar jalannya dan siapa yang justru melenceng. Termasuk dalam taaruf, kita harus mencermati apa saja kesalahan yang sering terjadi dalam taaruf. Agar hasilnya baik dan berkah.
Di tulisan ini kita membahas kesalahan yang sering terjadi dalam taaruf. Agar taaruf benar-benar membuahkan hasil yang baik dan berpahala.
Baca juga: Testimoni taaruf, Lulusan SMP & Lulusan Perguruan Tinggi
Kesalahan Pertama
Pembeda utama antara pacaran versus taaruf adalah adanya mediator yang mendampingi selama proses taaruf. Jika pacaran, apa-apa dilakukan berdua tanpa perantara. Kemana-mana berdua. Dalam Isla, ini disebut khalwat dan ini berdosa.
Nabi Muhammad saw memberi warning, “Janganlah kalian berduaan tanpa ada mahramnya, sesungguhnya syetan menjadi pihak ketiga di antara mereka berdua.” (HR. Ahmad).
Kesalahan pertama dalam taaruf adalah mengadakan pertemuan antara pria wanita tanpa ada mahram si wanita atau tanpa pendamping. Mungkin di pertemuan sebelumnya sempat didampingi, namun pertemuan dan seterusnya tak lagi didampingi.
Hendaknya dipilih pendamping dari pihak wanita, bisa juga pihak lain yang amanah dan paham agama.
Kesalahan yang sering terjadi dalam taaruf, urutan kedua
Ada bagian yang sama antara taaruf vs pacaran. Yaitu sama-sama adnya komunikasi antara pihak-pihak. Namun, perbedaan yang mencolok adalah taaruf dilakukan dengan komunikasi yang bermoral, sedangkan komunikasi dalam pacaran tak ada batasan moral.
Jika orang pacaran bisa video call di tengah malam, adab menjaga aurat tidak lagi diindahkan. Konon, banyak pasangan pacaran video call bahkan dengan menampilkan aurat yang harusnya diprivasi.
Maka kesalahan yang sering terjadi adalah komunikasi yang tidak sesuai kaidah syariat maupun kaidah moral. Misalnya lagi, voice call berlama-lama hingga berjam-jam di tengah malam, bicara yang tidak penting, dst.
Kesalahan dalam taaruf, urutan ketiga
Di antara yang keadaan yang menyiksa batin manusia adalah menunggu sesuatu yang tidak pasti. Begitu pula dalam taaruf. Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak ada kepastian waktu. Misalnya kapan waktunya meminang, kapan waktunya akad nikah.
Tanpa teenggat waktu yang jelas, taaruf menjadi proses yang melelahkan dan menyakitkan. Taaruf tanpa kepastian bisa diibaratkan bahwa taaruf ini seperti terjangkit penyakit virus pacaran.
Dalam pacaran, semua serba tak pasti. Hanya berduaan tanpa arah dan tanpa batasan. Padahal belum ada ikatan yang jelas.
Baca juga: Testimoni taaruf, Cara Allah Mempertemukan Jodoh, di luar nalar
Kesalahan yang sering terjadi, urutan keempat
Hanya mau menerima yang serba sempurna. Inilah kesalahan yang sangat sering. Jika Anda mengharap yang sempurna, padahal Anda sendiri juga tidak sempurna.
Tiap manusia punya plus minus, sehingga saling mengisi antara pasutri itu. Kita pelajari di awal dengan mengucap bismillah, lalu kita mohon petunjuk kepada Allah agar kelemahan kita bisa dimaafkan dan dimaklumi. Agar muncul sikap berkorban satu sama lain dan sikap saling memaafkan.
Baca juga: Testimoni taaruf, Pernah trauma gagal nikah jelang hari H
Foto: pixabay
